Apa Itu DVR ? DVR Adalah Jantung Utama Pada Kamera CCTV

Apa itu DVR pada CCTV ? DVR adalah perangkat pada kamera CCTV yang bertugas menyimpan hasil rekaman berupa video dan tidak terbatas jangka waktunya tergantung dari konfigurasi yang dilakukan secara manual.

apa itu DVR

Kamera CCTV, sebagai kamera pengawas yang dibekali dengan fitur-fitur canggih tentu tidak dapat berdiri sendiri dalam proses perekamannya. Banyak perangkat tambahan yang melengkapi kamera CCTV dan tidak jarang perangkat ini sifatnya sangatlah penting demi mendukung proses pengawasan yang lebih optimal.

Salah satu perangkat tersebut adalah DVR. Mari membahas lebih jauh mengenai apa itu DVR

DVR Adalah Perangkat Yang Mampu Merekam CCTV 24 Jam Nonstop

DVR adalah perangkat yang bertugas menyimpan rekaman yang dihasilkan oleh kamera CCTV. Proses perekaman ini bersifat terus menerus, 24 jam non stop dan bahkan bisa sampai berbulan-bulan. Tapi tentu saja ini tetap tergantung dengan kapasitas harddisk, meskipun memang kebanyakan dibekali dengan kuantitas yang besar.

Harddisk akan memproses hasil rekaman secara terus menerus, walaupun begitu DVR ini tidak dapat secermat PC yang mengakibatkan adanya hasil rekaman yang terpisah-pisah tidak berurutan.

Baca juga artikel berikut : Spesialis jasa pemasangan CCTV karawang bergaransi 1 tahun, dapatkan potongan harga apabila anda tinggal di kota karawang jawa barat.

DVR Adalah Perangkat Yang Dapat Menghasilkan Rekaman Berkualitas

Dulu fungsi dari DVR adalah sebagai alat penyimpanan hasil rekaman kamera CCTV analog, namun pada perkembanggan saat ini produk ini dapat menghasilkan video rekaman dengan kualitas HD, dan untuk jenis ini disebut dengan HDCVR (High Definition Composite Video Recorder).

Maksudnya adalah DVR ini mampu menerima dan merekam gambar dengan resolusi HD (720p/1080p) yang bersumber dari kamera HD dengan teknologi AHD, HD-TVI atapun HD-CVI. Walau demikian Anda tetap harus mengecek spesifikasi DVR  apakah mendukung semua teknologi kamera HD (AHD,HD-TVI – HD-CVI-CVBS/analog).

# Temperatur Harddisk mempengaruhi kinerja DVR

DVR bertugas menyimpan hasil rekaman kamera CCTV yang kemudian ada harddisk sebagai wadah penyimpanannya. DVR adalah perangkat yang dirancang untuk dapat menyimpan hasil rekaman secara terus menerus 24 jam nonstop,

ini mengakibatkan harddisk juga harus bekerja ekstra menyimpan rekaman-rekaman tersebut. Harddisk akan berhenti melakukan proses penyimpanan apabila DVR mati, dan lampu yang berkedip-kedip pada harddisk menandakan harddisk sedang bekerja menyimpan hasil rekaman yang sebelumnya diolah oleh DVR

Namun proses ini memiliki kelemahan, karena pada dasarnya harddisk ini diperuntukkan pada PC yang notabene bekerja pada waktu tertentu, sementara DVR bekerja mengolah rekaman secara terus menerus, sehingga mengakibatkan harddisk overheat.

Hal ini apabila diteruskan akan memperlambat kinerja DVR. Cara yang biasanya sering dilakukan supaya DVR dapat berjalan dengan lancar dan normal kembali adalah dengan memformat ulang harddisk, sehingga harddisk dapat sedikit beristirahat dan kembali mengolah data.

# DVR Dapat Menghasilkan kualitas rekaman yang baik dengan ukuran yang kecil

Saat ini DVR dilengkapi dengan fitur yang menggunakan teknologi H.264/MPEG-4 dimana DVR dapat menghasilkan kualitas rekaman video yang tinggi namun ukuran file yang dihasilkan kecil. Tentu hal ini akan memperingan kerja harddisk saat mengolah data.

Sekarang bahkan sudah ada DVR yang merekam  menggunakan teknologi  H.264+ dan H.265 yang memberikan encoding jauh lebih baik transmisi data lebih efisien dan file video lebih kecil (lebih hemat storage).

Keunggulan lain Dari DVR Adalah

Beberapa jenis DVR adalah telah mendukung penggunaan IP kamera layaknya NVR, hanya saja jumlah channelnya dibatasi (misal hanya support 2 channel IP Camera), untuk menggunakan fitur ini Anda harus menghubungkan DVR dengan jaringan komputer menggunakan kabel LAN.

dvr vs nvr

Setiap produk DVR saat ini telah dilengkapi aplikasi VMS/CMS yang dapat dijalankan di berbagai platform mulai dari Android, Windows, Linux, macOS dan browser lainnya. Aplikasi VMS/CMS yang biasanya diinstall di komputer atau HP menggunakan jaringan komputer berbasia IP (LAN/internet) untuk mengakses DVR/NVR.

Mengatasi masalah Harddisk overheat pada dVR

Meskipun tampak memiliki banyak keunggulan, DVR tetap memiliki masalah dalam hal pemindahan hasil rekaman yang telah diolah oleh DVR ke dalam harddisk.

Karena kebanyakan DVR masih menggunakan harddisk yang sebenarnya dirancang untuk PC, maka tak jarang harddisk ini mengalami overheat karena proses penyimpanan data yang dilakukan secara terus menerus tanpa henti.

Hal ini akan berpengaruh terhadap kinerja DVR yang bisa saja tiba-tiba mati, ada file rekaman yang tiba-tiba hilang, macet, dan bahkan gambar hilang sama sekali atau blank.

Baca Juga : Tutorial cara merawat DVR agar tahan lama, Tutorial ini dapat membantu anda bagaimana merawat produk perekaman ini serta tips dan cara seting lebih optimal.

Cara Menghitung kapasitas harddisk Pada DVR Adalah Sebagai Berikut

DVR adalah piranti pital dalam penggunaan atau pemasangan CCTV, lalu biasakah menghitung kapasitas hard disk dan kebutuhan waktu perekaman. Langkah ini jarang dilakukan, padahal sangat penting. Perkiraan bisa dimulai dari kapasitas hard disk yang ditawarkan atau berdasarkan kebutuhan rekaman pengguna, misalnya 1 minggu atau 1 bulan. Gunakan utility Space Calculation dari CNB atau program lain yang sejenis.

Contoh: DVR Standalone SDF-1212 4 Channel dengan kapasitas hard disk terpasang 250GB akan dioperasikan penuh pada mode Continuous (24 jam) dengan resolusi 360×288, quality High dan frame rate 25 fps.

Maka berdasarkan data di atas, kita bisa memperkirakan kapan waktu rekaman habis, yaitu hanya 5.8 hari saja (kurang dari satu minggu). Jangan biasakan untuk terus menerus menggunakan harddisk tanpa mempertimbangkan waktu, karena harddisk juga butuh berhenti untuk menghilangkan overheat yang memperlambat proses penyimpanan.

Jangan langsung memilih harddisk kapasitas besar, sesuaikan dengan kebutuhan

Anda tidak melulu harus menyiapkan harddisk dengan kapasitas besar, karena sebenarnya hal ini tetap saja tergantung kebutuhan perekaman Anda. Harddisk dengan kapasitas antara 80 – 160 GB untuk dipasang pada paket CCTV yang ada di rumah dan pabrik skala kecil sudah cukup memadai karena memang tidak membutuhkan proses pengawasan yang panjang dan secara terus menerus.

Sebagai ilustrasi, satu hard disk 160GB sudah cukup untuk merekam 16 channel selama 1 minggu pada kecepatan 5 fps seperti terlihat pada hasil perhitungan di bawah ini. Harddisk ukuran kecil pada umumnya lebih tahan lama (durable) dan mudah ditangani apabila terjadi kerusakan, selain itu juga proses penyimpanan akan memakan waktu yang lebih cepat. Jika sulit diperoleh di pasaran, pilihlah harddisk yang berkapasitas di bawah 300GB.

Mencatat tanggal perekaman untuk menghindari proses penyimpanan Hasil rekaman CCTV Secara Terus menerus

Biasakan mencatat waktu awal rekaman ataupun saat memulai rekaman baru. Inipun jarang dilakukan, padahal cukup mudah. Tinggal menulis tanggal dan jam di atas kertas, kemudian simpan di atas DVR sebagai pengingat.

Cara ini dilakukan untuk mengingat kembali tanggal berapa Anda melakukan perekaman dan tanggal berapa Anda akan mengakhirinya. Sebagai cara untuk mengatasi masalah harddisk overheat adalah memberikan batas waktu perekaman yang sesuai, misalnya satu cukup satu minggu.

Maka setelah satu minggu, Anda bisa mematikan DVR dan membiarkan harddisk beristirahat sejenak untuk kemudian melakukan proses selanjutnya dengan lebih cepat.

Baca Juga : Jasa CCTV Purwakarta – Spesialis pemasangan CCTV untuk daerah purwakarta dan untuk didaerah subang jawa barat gunakan layanan jasa cctv subang sebagai pakar kamera berpengalaman.

Sebaiknya pilihan Overwrite dibuat OFF. Tips ini terdengar aneh sekaligus merepotkan, tetapi tidak ada salahnya jika diterapkan. Argumentasinya jika pilihan ini dibuat ON DVR akan kesulitan dalam menentukan track awal pada saat memulai rekaman baru, karena track-track tadi sudah berisi data. Akibatnya terjadilah fragmentasi yang akan berujung pada timbulnya masalah.

5egera lakukan proses backup saat ada peristiwa penting Hal ini dimaksudkan agar momen penting yang tersimpan lama di hard disk dapat diselamatkan pada saat DVR macet.

Formatlah hard disk sebelum melakukan rekaman baru Jika sibuk, usahakan menunjuk orang lain yang bisa melakukan hal itu. Pastikan peristiwa yang penting sudah di-backup.

Khusus untuk DVR PC Base, manfaatkanlah fungsi Auto Reboot Hal ini akan membuat resource pada PC menjadi fresh kembali. Kesimpulan Pada intinya DVR tidak bisa dibiarkan bekerja tanpa pengawasan dan pengontrolan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *